Rabu, 26 Oktober 2011

Gembel Gombal Gambil!

Buat lo yang kreatif dan kritis, dengan minder, gue persembahkan tulisan ini. Jaman sekarang, "gombal" memang ga ada matinya. Coba tengok saja program-program televisi yang ada, tiada hari tanpa gombal. Senin ketemu kamis, kamis ketemu senin lagi, gombal. Ada yang kocak, ada yang so sweet, ada juga yang fail, tergantung selera penggombal, tergombal, dan audiens. Namun bagaimanapun, jika diperhatikan baik-baik, gombalan tersebut umunya memiliki pola yang terstandarisasi.

Apapun "sesuatu" yang membuat lo tetap membaca tulisan ini, mari kita pelajari polanya :

Opening.
Kebanyakan gombal jaman sekarang menggunakan pembukaan sebelum masuk ke bagian gombalnya. Berikut adalah 2 pola umum yang sering gue temukan :
1. Pola papamu/mamamu : Populer banget pola ini kalo lo gaul di jaman yang satara sama gue. Tahulah ya, kalo ga tau pun [ga mungkin juga sih] ada kok contohnya di contoh klasik pertama dan ketiga di bawah.
2. Pola punya kamu : Pola ini juga cukup sering digunakan sebagai pembukaan gombalan. Bentuk yang dimaksud seperti pada contoh klasik kedua.

Punch Line
Punch line adalah bagian gombalnya. Bagian ini harus nampol!
1. Pola hatiku/hatimu/cinta/dkk : Pola ini adalah pola yang didalamnya ada kata-kata hatiku atau hatimu atau cinta. Gombalan yang paling mudah. Coba saja tambahkan kata kerja gombal apapun pada titik-titik berikut "karena kamu telah ...... hatiku". Pasaran-lah pokoknya, tapi kadang lawak juga. Contoh klasik yang pertama sampai ketiga membuktikannya.
2. Pola ada pelangi di bola matamu : Sebenarnya ga harus pelangi dan mata. Pelangi dan senyum atau apapun juga bisa. Pokoknya begitu, lihat aja contohnya di contoh klasik pertama.

Ada juga Pola kalau kamu jadi ituannya, maka aku jadi anuannya

Contoh klasik
A : "Neng, papamu astronot ya?"
E : "Kok tahu?"
A : "Iya, habis kamu telah melayangkan hatiku.." / "soalnya, ada berjuta bintang dimatamu.."

A : "Neng, punya pahat ga?"
E : "Hah? Untuk apa?
A : "Untuk mengukir namamu di hatiku.."
A : "Neng, mamamu mak erot ya?"
E : "Mmm, kok abang tahu?"
A : "Habis kamu jago banget memperbesar/memperpanjang cintaku padamu" [sebenernya jijay gue]

Tentu, pola-pola tersebut bukan harga mati. Itu hanyalah pola terumum yang beradar luas di pasaran. [cp] Break this rule and you'll get the good one. Keep it simple and unexpected. Berikut merupakan contoh gombalan dengan pola yang unik yang pernah gue denger :
A : "Neng, cintaku padamu ada tanggal kadaluarsanya.."
E : "Kok gitu sih bang.." (T   T )
A : "Iya tanggal kadaluarsanya tertulis di batu nisan-ku nanti.."
E : ( ^   ^) 
A : "Tahu bambang pamungkas neng?"
E : "Iya tahu kenapa..?"
A : "Cintaku padamu lebih pamungkas dari bambang.."
Banyak penggombal kreatif nan kocak di televisi. Pelajarilah gaya mereka. Andre Taulani, Denny Cagur, dan Ari Untung adalah salah tiga pelantun gombal favorit gue. Apapun gombalan verbal yang kita gunakan, bahasa non-verbal juga penting. Faktor yang cukup besar pengarugnya dalam keberhasilan kita adalah kepercayaan diri dalam menuturkannya. So, [cp] be confident

Believe me, it works!

Bonus Gagal Gombal [yang mau baca lebih lengkap buka aja linknya di bawah]:
A : "Bapak kamu pejabat ya neng?"
E : "iya. kok tau??" (udah kegirangan)
A : "Kemaren kan lu bilang, gimana sih..."
E : "!@#!$#@%#$^%.."
A : "Neng, liat jari manisnya dong.."
E : "Nih.. Buat apa bang??" (ngarep di kasih cincin)
A : (masukin ke tidung) (buat ngupil)
A : "Neng, bapak kamu pesulap yaa??"
E : "Bukan kok bang, pasti karena eneng telah menyulap hati abang yaa??" (^   ^ )
A : "Bukan neng, muka lo kaya Pak Tarno, neng.."
A : "Neng, bapak kamu pencuri ya?"
E : "Hah? Kok tau sih bang?? Pasti karena eneng telah mencuri hati abang yaa..?" (^   ^ )
A : "Bukan.. Noh bapak dipukulin masa noh.. Tolongin buruan..."
A : "Neng, liat ke langit deh.."
E : "Ada apa bang?" (nengok ke atas)
A : (sentil leher)
E : (plak) "sakit NJING!!"
A : (cekikikan)  
A : "Neng, mau bantuin abang ga?"
E : "Bantu apa bang?"
A : "Neng punya pompaan ga?"
E : "Punya, buat apa bang?"
A : "Ban mobil abang kempes, di bantu ya, dibantu bantu ya, bim salabim jadi apa prok prok prok.." [ternyata dia yang anakanya Pak Tarno]
E : "Sesuatu yaaah.. Alhamdulillah.." [ternyata dia anaknya Syahrini] 
A : "Neng, bapak kamu tukang becak ya?"
E : "Kok tau bang??"
A : "Noh nyungsep di got.." (nunjuk calon mertua) [kebangetan]
A : "Neng, ibu kamu dukun beranak ya?"
E : "Kok tau?"
A : "Ya tau lah, kita kan tetangga..." 
A : "Neng, bapak kamu....."
E : "Hhuuaaaawwwaaaaaa.... Bapak udah meninggal bang."
A : "Innalillahi.." [besok besok gombalan mamamu aja...]
A : "Neng, bapak eneng tukang beling yak?"
E : "Emang kenapa bang?"
A : "Pantes miskin.." [astagfirullooh parah banget sumpah]
A : "Neng, bapak kamu tukang pedagang kaki lima ya??"
E : "Iya, kok tau sih?"
A : "Cepet sono, bapak mu lagi dirazia ama Sat-Pol PP!!"
E : "**&%*@#*@*#..."
A : "Bapak kamu aktor ya?"
E : "Iya. kok tau??"
A : "Jadi bapak kamu tuh sebenernya ap sih? astronot iya, atlet iya, tukang kebon iya, maling iya, tukang somay iya, aktor iya, bapak kamu sebnernya yang mana!!??" (ga nyantai)
E : "!@#!@%#@^#$%#$.."
Sumber (gagal gombal) : 

 [standing jumping rolling applause lah buat yang bikin lawakannya, ngakak gue]